Ketahui ini Sebelum Ambil Pijaman

Peraturan telah dikeluarkan mengenai akses usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke kredit korporasi (KUR), yang mencakup pelonggaran kondisi untuk mempekerjakan KUR dan akses mudah ke KUR. Peraturan pemerintah diuraikan dalam peraturan No. 6 tahun 2020 oleh menteri urusan ekonomi Republik Indonesia terkait dengan perlakuan khusus terhadap orang dengan pandemi penyakit virus pandemi 2019. Peraturan Menteri (Permen) ditandatangani oleh menteri koordinator urusan ekonomi Airlangga Hartarto dan diperkenalkan di Jakarta pada 15 April 2020

Dalam Pasal 7 Menteri Ekonomi No. 6/2020 menyatakan bahwa calon penerima KUR yang terkena dampak wabah virus 2019 (Covid-19) akan menerima ketentuan khusus dalam bentuk fleksibilitas sesuai dengan persyaratan administrasi dalam proses pengarsipan KUR. Pengecualian seperti nomor bisnis utama (NIB) atau sertifikat usaha mikro dan kecil yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dan / atau sertifikat setara lainnya, NPWP, dokumen keamanan tambahan, dan dokumen administrasi lainnya.

Selain itu, calon penerima KUR juga akan dibebaskan dalam bentuk penundaan sementara dalam pengiriman dokumen administrasi sampai akhir periode darurat kesehatan masyarakat yang ditetapkan oleh pemerintah. Bantuan tersebut diberikan kepada calon penerima KUR yang menandatangani pengajuan kredit dari 1 April 2020 hingga akhir masa darurat kesehatan masyarakat yang ditetapkan oleh pemerintah dan hingga 31 Desember 2020.

Pelaksanaan ketentuan khusus ini disediakan dengan kriteria bahwa kantor pusat bisnis terletak di cabang yang dipengaruhi oleh Covid-19, mengalami kesulitan memenuhi dokumen administrasi dan mengurangi mobilitas. Persyaratan untuk calon penerima KUR harus kooperatif atau dengan itikad baik, siap untuk menyerahkan deklarasi untuk menyelesaikan kekurangan dokumen administrasi pada akhir darurat kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengklarifikasi bahwa target distribusi KUR tahun ini adalah Rp190 triliun. Sementara itu, pencapaian per 29 Februari 2020 adalah Rp 34,94 triliun atau setara dengan 18,38 persen dari target. Singkatnya, realisasi distribusi KUR yang diperoleh dari 2015 hingga 29 Februari 2020 adalah Rp506,65 triliun dengan KUR terhutang pada 29 Februari sebesar Rp165,06 triliun. Total utang dari 2015 hingga 29 Februari adalah 19,5 juta. Jumlah total debitur aktif per 29 Februari 2020 adalah 11,9 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *