Meninjau Keputusan Kontroversial Wasit di Laga PS TNI vs Persija

Ada kejadian menarik di Liga 1, minggu 10, Kamis lalu, 8 Juni antara PS TNI dan Persija Jakarta. Ketika hakim membuat keputusan kontroversial dengan membatalkan keputusannya tentang denda dengan terlebih dahulu melihat pengulangan. Dikatakan bola288 kronologisnya adalah bahwa ketika memasuki 85 menit ada kekacauan di zona pertahanan Persija. Bola kemudian melihat sekilas tangan bek mereka Ryuuji Utomo. Wasit segera meniup peluit sambil menunjuk titik putih, sebuah tendangan penalti. Tiba-tiba harimau Kemayoran memprotes dengan keras, mengelilingi Hakim Fariq Hibata, yang bertugas malam itu. Kemudian wasit tiba-tiba berlari ke tepi lapangan dan meminta juru kamera di tepi lapangan untuk bermain lagi. Dia akhirnya menyadari bahwa keputusannya untuk menghukum hukuman itu tidak benar dan segera dibatalkan.

Lalu ada dua pertanyaan yang diajukan oleh publik tentang ini, pertama pertanyaan apakah keputusan itu dapat dibatalkan dan kedua hakim bisa melihat perwakilan di sela-sela? Jawaban pertama adalah bahwa pengadilan dapat membatalkan keputusannya, tentu saja dengan syarat. Syaratnya, keputusan bisa diubah selama bola tidak berjalan. Hakim 5 dari Hakim Act menyatakan bahwa keputusan wasit tidak dapat diubah jika dia telah memulai kembali atau menghentikan pertandingan.

Restart, misalnya pada yang sebelumnya, berarti bola penalti sudah ditendang atau permainan dilanjutkan. Nanti, nanti, saat pertandingan dihentikan, termasuk untuk istirahat babak pertama. Peristiwa tentang wasit yang membatalkan penalti juga terjadi di Piala AFF 2016 dalam pertandingan melawan Vietnam melawan Indonesia. Anda dapat membaca analisisnya di sini.

Berkenaan dengan keputusan kedua, ini adalah poin penting, yaitu ketika hakim melihat pengulangan di sela-sela. Sepakbola sudah terbiasa dengan hal ini dan bahkan telah diuji secara resmi, namanya adalah Video Assistant Referee (VAR). Tetapi masalah di Liga 1 Indonesia belum diimplementasikan, sehingga hakim tidak dapat menggunakannya sebagai referensi untuk keputusan. Pelatih tim lain juga menyesali hal ini, termasuk pelatih Persia, Stefano Cugurra Teco. Maka sebenarnya, tim yang ia gunakan mengambil keuntungan dari keputusan ini. Ivan Kolev di kamp PS TNI, yang timnya juga terluka. Kedua komentar itu serupa, yang memalukan bagi hakim ketika membuat keputusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *